Blog8 Cara Mengetahui Jenis CMS Website, Praktis dan Cepat
PengetahuanPengetahuan

8 Cara Mengetahui Jenis CMS Website, Praktis dan Cepat

Maxcloud Admin | 12 September 2024
8 Cara Mengetahui Jenis CMS Website, Praktis dan Cepat
Content
Share to:
LinkedinInstagramWhatsapp

Terkadang di saat melihat sebuah situs yang tampilannya menarik dan berfungsi secara baik, sobat maxcloud mau tahu CMS pembangun dari website tersebut. Ketika sudah tahu jenis CMS yang diaplikasikan, maka lebih simpel untuk mengaplikasikannya ke website miliknya sendiri. Tahapan di dalam metode atau cara mengetahui jenis CMS website apa yang digunakan ini akan dibahas di bawah ini. 

Cara Mengetahui Jenis CMS Website 

Setiap mengelola website selalu berada dalam proses pencarian CMS yang terbaik untuk websitenya. Mereka biasa melihat website lain untuk melakukan benchmarking atau perbandingan. Berikut merupakan beberapa cara mengetahui jenis CMS website yang digunakan : 

1. Analisis Terhadap Struktur Tautan Website 

Ada CMS tertentu yang mempunyai tampilan tautan yang merupakan karakteristik dari CMS itu. Seorang pengelola website yang ahli bisa jadi langsung mengenali CMS yang digunakan hanya dengan melihat tautan website yang dikunjungi. 

Sebagai contoh, tautan untuk website dengan CMS WordPress akan mengandung komponen struktur “nama_website/p=123”. Cara ini bukanlah cara yang dijamin kesuksesannya. 

Terkadang sebuah website akan memanfaatkan program yang bernama CNC generator atau mesin tautan yang sejenis. Ketika website memanfaatkan generator tersebut untuk merancang tautan, maka komponen penanda CMS tidak nampak. Cara ini juga cukup rumit jika pengunjung website tidak mengenal penanda CMS. 

2. Memeriksa Source Code Website

Terkadang sebuah website masih dengan jelas menunjukkan CMS yang diaplikasikan pada source code-nya. Kondisi ini semakin sulit ditemukan, tetapi masih bisa sobat maxcloud coba. Pasalnya kadang pemilik website tidak menghapusnya. 

Cara mengetahui jenis CMS website ini cukup simpel dan cepat untuk dipraktikkan oleh pengelola website. Langkah-langkahnya sebagai berikut : 

  • Ketika mengakses halaman muka website, tekan CTRL+U dalam waktu yang bersamaan untuk membuka source code.
  • Pada source code, carilah tag yang memiliki struktur “meta name=”generator”content=”.
  • Setelah kata “content” biasanya akan terpampang jenis CMS yang diaplikasikan di dalam website tersebut. 

3. Memanfaatkan File robots.txt 

File ini biasanya tersedia di folder akar (root folder) dari kebanyakan website. Folder tersebut sudah lazim digunakan oleh administrator website untuk menutup service page dan direktori internal dari proses indeksasi. 

Jenis CMS yang digunakan oleh website tersebut biasanya bisa dilihat pada file robots.txt tersebut. Untuk mengakses file tersebut, sobat maxcloud bisa mengetikkan “nama_website/robots.txt” pada halaman pencarian. 

Akan muncul kode panjang, tapi sobat maxcloud cukup fokus pada kata “Disallow” dan “Allow” saja. Di sana akan terpampang indikator dari CMS yang membangun website tersebut. 

4. URL dari Admin Login 

Cara mengetahui jenis CMS website juga bisa memanfaatkan fitur admin login dari website tersebut. Metode ini disarankan jika website yang dikunjungi merupakan website yang mempunyai sistem user terdaftar.Artinya pengunjung website mempunyai username dan kata sandinya masing-masing untuk mengakses website.

Hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui jenis CMS dengan metode ini adalah menggunakan kode tertentu. Misalnya, jika pengelola website menerka bahwa suatu website menggunakan CMS Joomla, maka bisa mengetikkan “nama_website/administrator/”. Apabila benar website tersebut menggunakan Joomla, maka tautan tersebut akan mengarah pada halaman login. 

5. Menggunakan Extensions Khusus pada Browser 

Mungkin orang-orang menganggap bahwa metode ini terlalu ribet. Namun, jika pengelola website mempunyai ruang penyimpanan dan RAM yang masih lapang metode ini sangat disarankan. 

Dengan melakukan instalasi ekstensi browser tertentu, maka pengelola website bisa mendapatkan informasi CMS dengan mudah. Informasi yang didapatkan juga cenderung lebih komprehensif dibandingkan dengan cara lainnya di daftar ini. 

Salah satu ekstensi yang bisa digunakan adalah HTTP Headers. Fungsi dari ekstensi ini adalah untuk mendeteksi CMS yang diaplikasikan melalui indikator-indikator tertentu. 

Selain itu, sobat maxcloud juga bisa melihat Cookies yang dimanfaatkan suatu website. Contoh ekstensi lain yang bisa digunakan adalah Wappalyzer. Ekstensi ini bisa digunakan di web browser Google Chrome maupun Mozilla Firefox. 

6. Membaca Footer Website 

Kemungkinan cara ini merupakan salah satu cara mengetahui website menggunakan CMS apa yang paling mudah. Seorang user hanya perlu untuk menggerakkan kursor sampai ke bagian paling bawah dari halaman suatu website. Bisa jadi bagian footer halaman menuliskan CMS yang digunakan oleh pengelola website untuk website tersebut. 

Perlu diingat bahwa metode ini mudah, tapi tingkat kesuksesannya tidak 100%. Semua itu tergantung dari jenis template yang digunakan untuk tampilan website. Ada template yang mencantumkan jenis CMS dan ada pula yang tidak. Biasanya yang mencantumkan jenis CMS akan mencantumkan hal berikut di footernya: “Powered by….”. 

7. Memeriksa File Path Website

Dengan menggunakan metode ini, sobat maxcloud bisa membedah source code dari website tersebut. Informasi mengenai CMS bisa jadi sudah tidak tersedia di source code, karena dihapus oleh pemilik website tersebut di  masa pengembangan website. 

Namun biasanya file path yang mengarah pada file JavaScript ini masih mengindikasikan CMS. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti untuk menerapkan metode ini: 

  • Mengakses source code dari website yang ingin dianalisis dengan menekan tombol CTRL+U secara bersamaan.
  • Menggerakkan kursor sampai menemukan kata “javascript” di dalam source code.
  • Di dalam kode tersebut biasanya akan muncul indikator CMS, misalnya untuk WordPress, akan ada tulisan “wp-content” atau “wp-includes”. 

8. Website yang Mendeteksi CMS 

Metode ini juga menjadi cara mengetahui jenis CMS website apa yang sangat praktis. Terdapat website-website yang bisa mendeteksi CMS yang digunakan oleh sebuah website. 

Website semacam ini menyediakan layanannya secara cuma-cuma. Selain itu, cara pemakaiannya juga cukup mudah. Pengelola website tidak perlu bingung mencari kode khusus. Berikut adalah langkah-langkah untuk menggunakan website semacam ini: 

  • Menyalin alamat URL dari website yang ingin dideteksi jenis CMS-nya.
  • Mengunjungi website yang menyediakan detektor CMS, misalnya Built With.
  • Di dalam mesin pencarian website tersebut, salin alamat URL website.
  • Klik tombol pencarian.
  • Akan muncul data mengenai CMS dan kemungkinan juga plugin apa yang digunakan website tersebut. 

Itulah dia 8 cara mengetahui jenis CMS website. Semoga penjelasan diatas bisa membantu dan bermanfaat, ya.

ANDA MUNGKIN JUGA TERTARIKANDA MUNGKIN JUGA TERTARIK
Rekomendasi Artikel
Dedicated Cloud untuk Industri Telekomunikasi
PengetahuanPengetahuan
Dedicated Cloud untuk Industri Telekomunikasi
Di mata banyak orang, industri telekomunikasi sering terlihat sebagai dunia yang penuh teknologi canggih, jaringan besar, dan sistem yang rumit. Memang benar, sektor ini sangat dekat dengan infrastruktur digital yang kompleks. Namun jika dilihat lebih dalam, inti dari industri telekomunikasi sebenarnya sangat sederhana: menjaga agar orang-orang tetap terhubung. Ada pelanggan yang ingin internetnya stabil untuk bekerja. Ada perusahaan yang bergantung pada jaringan untuk operasional harian. Ada layanan digital yang harus bisa diakses tanpa hambatan. Ada komunikasi penting yang tidak boleh terputus hanya karena sistem di belakangnya tidak siap. Dalam semua itu, industri telekomunikasi tidak hanya berbicara soal kabel, sinyal, server, atau pusat data. Ia juga berbicara soal kepercayaan. Karena itulah, sektor telekomunikasi membutuhkan fondasi infrastruktur yang benar-benar kuat. Tidak cukup hanya cepat. Tidak cukup hanya besar. Yang dibutuhkan juga adalah kestabilan, keamanan, dan kontrol yang lebih baik atas sistem yang dipakai. Di sinilah dedicated cloud menjadi sangat relevan. Dedicated cloud bukan sekadar pilihan teknologi yang terlihat modern. Untuk industri telekomunikasi, dedicated cloud bisa menjadi jawaban atas kebutuhan infrastruktur yang lebih terarah, lebih siap menopang layanan penting, dan lebih mampu mengikuti tuntutan operasional yang terus berkembang.
Maxcloud Admin 21 April 2026
Insights Meta
Insights Meta
Insights Meta
Mengapa Cloud Compute Cocok untuk Bisnis dengan Pertumbuhan Cepat
PengetahuanPengetahuan
Mengapa Cloud Compute Cocok untuk Bisnis dengan Pertumbuhan Cepat
Setiap bisnis tentu ingin bertumbuh. Ada yang tumbuh perlahan, ada yang stabil, dan ada juga yang berkembang sangat cepat dalam waktu yang relatif singkat. Bagi banyak pemilik usaha, pertumbuhan adalah kabar baik. Penjualan meningkat, pelanggan bertambah, aktivitas operasional makin ramai, dan peluang bisnis terasa semakin terbuka. Namun di balik semua itu, pertumbuhan yang cepat juga membawa tantangan yang tidak kecil. Saat bisnis berkembang lebih cepat dari perkiraan, banyak hal ikut berubah. Kebutuhan tim bertambah, sistem kerja makin kompleks, data makin banyak, dan layanan harus tetap berjalan dengan baik meski beban terus naik. Di fase seperti ini, bisnis tidak cukup hanya mengandalkan semangat atau cara kerja lama. Dibutuhkan fondasi yang lebih siap untuk menopang pertumbuhan tersebut. Salah satu fondasi yang makin relevan untuk kondisi seperti ini adalah cloud compute. Bagi sebagian orang, istilah cloud compute mungkin terdengar teknis dan terasa jauh dari kegiatan bisnis sehari-hari. Padahal jika dipahami dengan sederhana, cloud compute adalah solusi yang membantu bisnis mendapatkan infrastruktur komputasi yang lebih fleksibel, lebih mudah disesuaikan, dan lebih siap mengikuti perubahan kebutuhan. Karena itulah, cloud compute menjadi sangat cocok untuk bisnis yang sedang tumbuh cepat.
Maxcloud Admin 21 April 2026
Insights Meta
Insights Meta
Insights Meta
Cara VPS Primantara Melindungi Data Saldo Agen
PengetahuanPengetahuan
Cara VPS Primantara Melindungi Data Saldo Agen
Dalam bisnis digital seperti pulsa, PPOB, top up e-wallet, hingga layanan pembayaran harian, data saldo agen bukan sekadar angka di layar. Di balik nominal itu, ada hasil kerja keras, ada kepercayaan pelanggan, dan ada ritme usaha yang harus terus berjalan setiap hari. Bagi banyak agen, saldo bukan hanya modal usaha, tetapi juga napas operasional yang menentukan apakah transaksi bisa berjalan lancar atau justru terhambat di saat paling sibuk. Karena itulah, menjaga data saldo agen bukan perkara teknis semata. Ini juga soal rasa aman. Soal bagaimana pemilik usaha bisa tidur lebih tenang karena tahu sistem yang dipakai tidak asal berjalan, melainkan benar-benar dirancang untuk melindungi data penting. Dalam konteks inilah, VPS Primantara menjadi solusi yang relevan. Bukan hanya sebagai tempat menjalankan sistem, tetapi juga sebagai fondasi yang membantu menjaga kestabilan, keamanan, dan kepercayaan dalam operasional bisnis digital.
Maxcloud Admin 20 April 2026
Insights Meta
Insights Meta
Insights Meta
Pricing IconKONTAK

Hubungi Kami

Sampaikan pertanyaan dan permintaan Anda mengenai Maxcloud di form ini. Tim kami akan menjawab dan membantu masalah Anda!

robot
bullet

Respon Cepat 24/7

Tim support siap mendampingi kapan saja, baik lewat email maupun chat.
bullet

Dukungan dari Ahli

Engineer berpengalaman akan memastikan solusi yang tepat sesuai kebutuhan Anda.
+62
WhatsApp
Telegram