Blog›8 Cara Mengelola Keuangan Bisnis Kecil
PanduanPanduan

8 Cara Mengelola Keuangan Bisnis Kecil

Maxcloud Admin | 4 July 2024
8 Cara Mengelola Keuangan Bisnis Kecil
Content
Share to:
LinkedinInstagramWhatsapp

Akhir-akhir ini banyak dari kalangan masyarakat  yang memutuskan untuk mendirikan usaha atau bisnis berskala kecil. Namun sayangnya, banyak dari para pelaku usaha yang menemui kegagalan. Kira-kira apa penyebabnya? 

Kesuksesan sebuah usaha atau bisnis ini sangat ditentukan oleh cara Sobat maxcloud mengelolanya. Apabila dikelola dengan baik, maka bisnis berjalan dengan lancar. Sebaliknya, bisnis akan kacau di saat pengelolaannya buruk.

Sebelum Sobat maxcloud terjun langsung, ada baiknya untuk memperkuat pemahaman mengenai teori berbisnis dan terutama mengenai  cara mengelola keuangan bisnis kecil. Bagi yang penasaran, yuk simak penjelasan ini sampai dengan selesai.

Cara Mengelola Keuangan Bisnis

Berikut adalah 8 cara mengelola keuangan bisnis yang harus Sobat maxcloud perhatikan :

1. Mengedukasi Diri

Edukasi diri menjadi hal pertama yang harus Sobat maxcloud lakukan ketika mengelola keuangan usaha. Cara untuk mengedukasi diri bisa dengan mempelajari cara membaca laporan keuangan. Bagi Sobat maxcloud yang belum tau, pada dasarnya laporan keuangan mempunyai 4 bagian, yaitu :

  • Laporan arus kas.
  • Laporan penghasilan.
  • Laporan neraca.
  • Laporan modal.

Dengan mempelajari membaca laporan keuangan, setidaknya Sobat maxcloud bisa menyimpulkan langkah yang akan diambil untuk perkembangan bisnis kedepannya.

2. Melakukan Perencanaan

Perencanaan secara umum atau general harus dilakukan sebelum Sobat maxcloud memulai sebuah bisnis. Siapkan gambaran besar dan langkah awal yang akan Sobat maxcloud lakukan di saat merintis UMKM.

Setelah rencana besar dibuat, maka bagilah ke dalam beberapa bagian. Misalnya rencana harian, mingguan dan bulanan. Dengan cara ini, maka perkembangan bisnis menjadi lebih terstruktur.

Sobat maxcloud juga harus detail di dalam membuat perencanaan. Mulai dari beberapa hal yang akan dilakukan, kebutuhan yang dibutuhkan dan modal yang harus disiapkan.

3. Membuat Buku Catatan

Keuangan di dalam bisnis harus selalu dicatat. Tujuannya adalah untuk mengawasi segala transaksi yang keluar dan masuk. Pencatatan ini juga mengurangi risiko adanya pengeluaran yang tidak wajar.

Sekecil apapun skala dari sebuah bisnis yang Sobat maxcloud jalankan, setidaknya sediakan sebuah buku kas. Buku kas ini digunakan untuk mencatat uang keluar atau masuk yang disertai dengan bukti.

Catatan keuangan tidak hanya terbatas pada kas masuk dan keluar saja. Hutang dan piutang pun tidak boleh Sobat maxcloud abaikan, karena hal ini menyangkut aset maupun harta perusahaan yang sedang Sobat maxcloud rintis.

Catatan di dalam buku catatan keuangan harus dibuat secara rinci dan teratur agar lebih mudah dibaca. Urutkan berdasarkan tanggal dan waktu transaksi.

4. Membuat Anggaran Secara Rutin

Tidak hanya sekedar mencatat keuangan, membuat anggaran atau budgeting juga penting di dalam sebuah bisnis. Budgeting bertujuan untuk membatasi pengeluaran supaya tidak membengkak.

Sebaiknya, Sobat maxcloud membuat anggaran secara teratur misalnya di setiap bulan atau setiap minggu. Pisahkan pengeluaran berdasarkan dengan kelompoknya dan pastikan semua kebutuhan dalam bisnis bisa dipenuhi.

Membuat anggaran secara teratur juga bisa meningkatkan efisiensi di dalam sebuah usaha. Hal ini akan memberikan dampak baik di jangka waktu panjang.

Di dalam menentukan anggaran, sebaiknya Sobat maxcloud juga mempertimbangkan catatan pada buku kas. Jadi, Sobat maxcloud bisa mengetahui anggaran mana yang harus ditambah maupun dikurangi

Sebab pembuatan anggaran ini tidak bisa terpisah di antara satu periode dengan periode berikutnya atau sebelumnya. Semuanya harus berkesinambungan supaya usaha bisa berjalan dengan lancar.

5. Mengawasi Arus Kas Keuangan

Cara mengelola keuangan bisnis kecil selanjutnya adalah selalu mengawasi arus kas keuangan. Tujuan dari pengawasan ini, yaitu mencegah adanya kebocoran kas.

Memang tidak mudah untuk memantau arus kas, karena membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi. Bahkan, diperlukan juga dasar ilmu akuntansi agar Sobat maxcloud bisa memahami kas keuangan yang baik.

6. Memutar Arus Kas Lebih Cepat

Pengelolaan keuangan usaha yang baik juga menjadi cermin bagaimana Sobat maxcloud mengelola utang piutang dengan baik. Putar arus kas Sobat maxcloud, banyak dari para pengusaha yang kesulitan di dalam memutar arus kas mereka.

Dan kenapa pengelolaan utang piutang berhubungan dengan perputaran arus kas? Putaran arus kas akan melambat di saat termin penjualan kredit lebih lama dibandingkan dengan pembelian kredit. Maka dari itu, Sobat maxcloud harus menyeimbangkan keduanya sangat diperlukan.

7. Menggunakan Keuntungan untuk Mengembangkan Bisnis

Sebuah usaha bisa dikatakan berhasil, ketika Sobat maxcloud mendapatkan laba yang besar. Alih-alih hanya membelanjakannya untuk keperluan pribadi, sebaiknya Sobat maxcloud menyisihkan laba tersebut untuk mengembangkan bisnis.

Dari setiap keuntungan yang didapat selama satu bulan, Sobat maxcloud bisa menyisihkan minimal 10% untuk ditambahkan ke modal usaha. Dengan cara ini, maka bisnis yang Sobat maxcloud rintis bisa terus berkembang.

Misalnya Sobat maxcloud mempunyai usaha toko kelontong. Maka dari itu, di setiap bulan harus bisa menyisihkan  keuntungan untuk membeli barang yang lebih banyak dan beragam.

8. Memisahkan Uang Pribadi dan Hutang Bisnis

Sekecil apapun bisnis yang Sobat maxcloud jalankan, sebaiknya pisahkan uang yang digunakan untuk usaha dengan uang pribadi. Tujuan dari pemisahan ini untuk menghindari modal bisnis terpakai untuk keperluan pribadi.

Hal terburuk di saat Sobat maxcloud tetap menggabungkan antara uang usaha dengan uang pribadi adalah modal habis tanpa terasa. Keadaan ini akan membuat bisnis Sobat maxcloud terpaksa gulung tikar.

Gunakan tempat yang berbeda di antara uang pribadi dan kas usaha. Sobat maxcloud bisa memisahkan uang tersebut di dua tempat berbeda. Sebaiknya, Sobat maxcloud juga membuat rekening yang terpisah khusus untuk bisnis. Bahkan, Sobat maxcloud juga harus berkomitmen untuk tidak menggunakan kas usaha di dalam rangka memenuhi kebutuhan pribadi.

Itulah dia 8 cara mengelola keuangan bisnis kecil. Semoga informasi diatas bisa membantu dan bermanfaat, ya.

ANDA MUNGKIN JUGA TERTARIKANDA MUNGKIN JUGA TERTARIK
Rekomendasi Artikel
Pengelolaan Data Terpusat dengan Cloud Storage
PanduanPanduan
Pengelolaan Data Terpusat dengan Cloud Storage
Di banyak bisnis, data sering kali menjadi hal yang paling sering dipakai, tetapi justru paling sering kurang disadari cara pengelolaannya. Setiap hari ada file yang dibuat, dokumen yang dibagikan, laporan yang diperbarui, foto atau materi promosi yang disimpan, hingga data pelanggan dan operasional yang terus bertambah. Semua itu terlihat biasa karena memang menjadi bagian dari rutinitas kerja. Namun ketika jumlahnya semakin banyak, barulah terasa bahwa data bukan sekadar kumpulan file, melainkan aset penting yang menentukan kelancaran pekerjaan. Masalahnya, banyak usaha masih menyimpan data di banyak tempat yang terpisah. Ada file yang ada di laptop pemilik usaha, ada yang tersimpan di komputer kantor, ada yang dikirim lewat chat, ada yang terselip di email, dan ada juga yang hanya diketahui oleh satu orang tertentu. Saat kondisi masih sederhana, cara seperti ini mungkin masih terasa cukup. Namun seiring berjalannya waktu, pola penyimpanan yang tidak terpusat justru sering menimbulkan kebingungan. File sulit dicari, versi dokumen bercampur, data penting rawan hilang, dan tim sering harus bertanya satu sama lain hanya untuk menemukan informasi dasar. Di sinilah pentingnya pengelolaan data terpusat. Dan salah satu pendekatan yang kini semakin relevan untuk kebutuhan itu adalah cloud storage. Cloud storage bukan hanya tempat menyimpan file secara online. Jika dipahami dengan cara yang sederhana, cloud storage adalah cara agar data bisnis bisa disimpan, diakses, dan dikelola dengan lebih rapi dalam satu ekosistem yang lebih terhubung. Karena itulah, pengelolaan data terpusat dengan cloud storage menjadi langkah penting bagi bisnis yang ingin bekerja lebih tertata, lebih efisien, dan lebih siap berkembang.
Maxcloud Admin • 21 April 2026
Insights Meta
Insights Meta
Insights Meta
Kapan Waktu Tepat Perusahaan Beralih ke Private Cloud
PanduanPanduan
Kapan Waktu Tepat Perusahaan Beralih ke Private Cloud
Perkembangan teknologi digital membuat cara perusahaan mengelola sistem dan data mengalami perubahan yang sangat besar. Jika dulu hampir semua perusahaan menggunakan server fisik yang disimpan di kantor sendiri, kini banyak yang mulai beralih ke berbagai solusi berbasis cloud. Cloud computing memberikan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan sistem infrastruktur tradisional. Namun di antara berbagai jenis layanan cloud, ada satu solusi yang sering dipilih oleh perusahaan dengan kebutuhan lebih spesifik, yaitu private cloud. Berbeda dengan public cloud yang digunakan secara bersama oleh banyak pengguna, private cloud merupakan lingkungan cloud yang didedikasikan khusus untuk satu organisasi. Banyak perusahaan mulai mempertimbangkan penggunaan private cloud karena faktor keamanan, kontrol sistem, dan kebutuhan performa yang lebih stabil. Pertanyaannya adalah, kapan sebenarnya waktu yang tepat bagi perusahaan untuk beralih ke private cloud? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami terlebih dahulu kondisi-kondisi yang biasanya menjadi tanda bahwa perusahaan sudah membutuhkan infrastruktur private cloud.
Maxcloud Admin • 18 March 2026
Insights Meta
Insights Meta
Insights Meta
Cara Menghindari Pelacakan Aktivitas Online dengan VPN
PanduanPanduan
Cara Menghindari Pelacakan Aktivitas Online dengan VPN
Di era digital saat ini, hampir setiap aktivitas manusia terhubung dengan internet. Mulai dari mencari informasi, berbelanja, berkomunikasi, hingga bekerja, semuanya melibatkan koneksi online. Internet memberikan kemudahan yang luar biasa dalam kehidupan sehari-hari, tetapi di sisi lain juga membawa tantangan baru terkait privasi dan keamanan data. Banyak orang tidak menyadari bahwa aktivitas mereka di internet dapat dilacak oleh berbagai pihak. Penyedia layanan internet, platform digital, pengiklan, bahkan pihak yang tidak bertanggung jawab dapat mengumpulkan data mengenai aktivitas online seseorang. Informasi seperti website yang dikunjungi, lokasi pengguna, hingga kebiasaan browsing sering kali terekam dalam sistem jaringan internet. Data ini kemudian dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti personalisasi iklan, analisis perilaku pengguna, atau bahkan aktivitas yang lebih berisiko jika jatuh ke tangan yang salah. Salah satu cara yang sering digunakan untuk meningkatkan privasi online adalah menggunakan VPN atau Virtual Private Network. VPN membantu menyembunyikan aktivitas internet dari pelacakan tertentu dengan menciptakan koneksi yang lebih aman dan terenkripsi. Di bawah ini kami akan membahas bagaimana pelacakan aktivitas online terjadi serta bagaimana penggunaan VPN dapat membantu melindungi privasi pengguna internet.
Maxcloud Admin • 16 March 2026
Insights Meta
Insights Meta
Insights Meta
Pricing IconKONTAK

Hubungi Kami

Sampaikan pertanyaan dan permintaan Anda mengenai Maxcloud di form ini. Tim kami akan menjawab dan membantu masalah Anda!

robot
bullet

Respon Cepat 24/7

Tim support siap mendampingi kapan saja, baik lewat email maupun chat.
bullet

Dukungan dari Ahli

Engineer berpengalaman akan memastikan solusi yang tepat sesuai kebutuhan Anda.
+62
WhatsApp
Telegram