Menulis artikel di WordPress sering terlihat sederhana. Tinggal buka dashboard, klik menu “Tambah Baru”, lalu mulai mengetik. Setelah selesai, klik “Publish”, dan artikel pun langsung tayang.
Namun, dalam praktiknya, proses menulis artikel jarang sesederhana itu. Ada artikel yang ditulis bertahap, ada yang harus direvisi berkali-kali, ada juga yang dikerjakan oleh lebih dari satu orang. Tanpa pengelolaan draft dan revisi yang rapi, proses menulis bisa menjadi berantakan.
Artikel bisa tertukar, versi lama bisa terhapus, atau bahkan artikel yang belum siap justru terlanjur dipublikasikan. Karena itu, penting untuk memahami cara mengelola draft dan revisi artikel di WordPress dengan baik.
Di bawah ini kami akan membahas bagaimana mengelola draft dan revisi agar proses menulis lebih rapi, aman, dan nyaman, baik untuk blogger pribadi maupun tim konten profesional.
Kenapa Pengelolaan Draft Itu Penting?
Banyak orang menganggap draft hanya sebagai tempat menyimpan artikel sementara. Padahal, draft adalah bagian penting dari proses menulis.
Draft berfungsi sebagai:
- Tempat menyimpan artikel yang belum selesai
- Ruang untuk melakukan revisi
- Cadangan jika terjadi kesalahan
- Alur kerja sebelum artikel dipublikasikan
Tanpa pengelolaan draft yang baik, beberapa masalah bisa terjadi:
- Artikel belum selesai tapi sudah terlanjur tayang
- Versi artikel tertukar
- Revisi penting hilang
- Tim konten bingung versi mana yang terbaru
Pengelolaan draft yang rapi membuat proses menulis lebih terstruktur dan minim risiko.
Memahami Status Artikel di WordPress
WordPress memiliki beberapa status artikel yang membantu mengatur alur kerja penulisan.
1. Draft
Draft adalah artikel yang masih dalam proses penulisan. Artikel dengan status ini tidak akan terlihat oleh pengunjung.
Biasanya digunakan untuk:
- Artikel yang belum selesai
- Artikel yang masih perlu revisi
- Ide tulisan yang disimpan dulu
2. Pending Review
Status ini biasanya digunakan dalam website yang memiliki beberapa penulis. Artikel sudah selesai ditulis, tapi masih menunggu persetujuan editor.
Cocok untuk:
- Tim konten
- Website berita
- Blog perusahaan
3. Scheduled
Artikel dengan status ini sudah siap dipublikasikan, tapi dijadwalkan tayang di waktu tertentu.
Misalnya:
- Artikel promo yang harus tayang saat tanggal tertentu
- Konten yang sudah disiapkan jauh hari
4. Published
Artikel sudah tayang dan bisa dibaca oleh pengunjung.
Memahami status ini membantu menghindari kesalahan dalam alur publikasi.
Cara Mengelola Draft Artikel dengan Lebih Rapi
Mengelola draft bukan hanya soal menyimpan artikel. Ada beberapa kebiasaan yang bisa membuat proses penulisan lebih teratur.
1. Gunakan Judul yang Jelas Sejak Awal
Banyak orang menyimpan draft dengan judul seperti:
- Artikel baru
- Draft 1
- Tes tulisan
- Untitled
Judul seperti ini akan membingungkan saat draft sudah banyak.
Lebih baik gunakan judul yang jelas, misalnya:
- Tips Menghemat Biaya Hosting
- Cara Memulai Usaha Pulsa
- Panduan Backup Website
Judul yang jelas membuat draft lebih mudah ditemukan.
2. Pisahkan Draft Berdasarkan Kategori
Jika website memiliki banyak jenis konten, sebaiknya draft langsung dimasukkan ke kategori yang sesuai.
Misalnya:
- Tutorial
- Artikel SEO
- Konten promosi
- Berita
Dengan cara ini, dashboard WordPress akan terasa lebih rapi.
3. Gunakan Jadwal Penulisan
Jika Anda atau tim sering menulis artikel, buat jadwal penulisan.
Contohnya:
- Senin: menulis draft
- Rabu: revisi
- Jumat: publikasi
Dengan alur seperti ini, draft tidak akan menumpuk tanpa arah.
Memahami Fitur Revisi di WordPress
Salah satu fitur yang sering tidak disadari adalah fitur revisi artikel. WordPress secara otomatis menyimpan perubahan yang Anda lakukan saat menulis.
Artinya:
- Setiap perubahan tersimpan
- Anda bisa kembali ke versi sebelumnya
- Revisi tidak akan hilang begitu saja
Fitur ini sangat berguna jika:
- Anda menghapus paragraf penting secara tidak sengaja
- Editor ingin melihat versi sebelumnya
- Artikel perlu dikembalikan ke versi lama
Manfaat Fitur Revisi dalam Proses Menulis
Fitur revisi memberikan banyak manfaat, terutama bagi tim konten.
1. Menghindari kehilangan tulisan
Jika terjadi kesalahan atau penghapusan, versi sebelumnya masih bisa dipulihkan.
2. Melihat perubahan dari waktu ke waktu
Editor bisa melihat bagian mana yang diubah, ditambahkan, atau dihapus.
3. Mempermudah kerja tim
Dalam tim penulis, revisi membantu melacak siapa yang mengubah bagian tertentu.
Tips Mengelola Revisi Agar Tidak Berantakan
Meski fitur revisi sangat membantu, jika tidak dikelola dengan baik, jumlah revisi bisa menjadi terlalu banyak.
Berikut beberapa tips sederhana.
1. Revisi dengan tujuan yang jelas
Hindari melakukan perubahan kecil berkali-kali tanpa arah. Sebaiknya revisi dilakukan dengan tujuan yang jelas, misalnya:
- Memperbaiki struktur artikel
- Menyesuaikan gaya bahasa
- Menambahkan informasi penting
2. Gunakan catatan atau komentar
Jika artikel dikerjakan oleh tim, gunakan catatan untuk menjelaskan revisi.
Contohnya:
- “Bagian ini perlu data tambahan”
- “Gaya bahasa perlu disesuaikan dengan brand”
Hal ini memudahkan komunikasi antar penulis dan editor.
3. Bersihkan revisi lama secara berkala
Jika artikel sudah final, revisi yang terlalu banyak bisa dibersihkan untuk menjaga performa database.
Ini penting terutama jika:
- Website memiliki ratusan artikel
- Setiap artikel memiliki banyak revisi
Alur Kerja Penulisan Artikel yang Lebih Rapi
Agar pengelolaan draft dan revisi lebih efektif, Anda bisa menggunakan alur kerja sederhana.
Tahap 1: Draft awal
Penulis membuat draft artikel dengan struktur dasar.
Tahap 2: Revisi konten
Penulis atau editor memperbaiki isi artikel, menambah data, dan merapikan struktur.
Tahap 3: Revisi akhir
Editor mengecek:
- Ejaan
- Gaya bahasa
- Kesesuaian dengan brand
- SEO
Tahap 4: Penjadwalan atau publikasi
Artikel dijadwalkan atau langsung dipublikasikan.
Dengan alur seperti ini, proses penulisan menjadi lebih teratur dan profesional.
Kesalahan Umum dalam Mengelola Draft
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- Terlalu banyak draft tanpa arah
- Draft lama tidak pernah dihapus
- Judul draft tidak jelas
- Artikel langsung dipublikasikan tanpa revisi
- Tidak memanfaatkan fitur revisi
Kesalahan-kesalahan ini bisa membuat dashboard WordPress terasa berantakan dan sulit dikelola.
Manfaat Pengelolaan Draft yang Baik
Jika draft dan revisi dikelola dengan baik, banyak keuntungan yang bisa dirasakan.
1. Proses menulis lebih terstruktur
Penulis tahu apa yang harus dikerjakan, dan editor tahu apa yang harus diperiksa.
2. Risiko kesalahan publikasi berkurang
Artikel yang tayang sudah melalui proses revisi yang jelas.
3. Dashboard WordPress lebih rapi
Tidak ada draft yang menumpuk tanpa tujuan.
4. Kerja tim lebih efisien
Semua orang tahu posisi artikel dalam alur kerja.
Mengelola Konten dengan Rapi Dimulai dari Draft yang Tertata
Menulis artikel bukan hanya soal ide dan kata-kata. Di balik artikel yang rapi dan enak dibaca, ada proses draft dan revisi yang terstruktur.
WordPress sebenarnya sudah menyediakan semua alat yang dibutuhkan, mulai dari status artikel hingga fitur revisi. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan baik.
Dengan pengelolaan draft yang rapi, proses menulis akan terasa:
- Lebih tenang
- Lebih terarah
- Lebih minim kesalahan
Karena pada akhirnya, konten yang baik tidak hanya lahir dari ide yang bagus, tapi juga dari proses yang tertata dengan rapi sejak tahap draft hingga publikasi.








