Pernahkah Anda  mendengar istilah  strategi penjualan B2B? Mungkin bagi pebisnis atau orang yang terlibat dalam dunia usaha tidak asing lagi dengan istilah marketing satu ini. Singkatan B2B sendiri adalah business  to business Yang dalam penerapannya berbeda dengan strategi pemasaran lain.

Apa itu Strategi B2B?

 Penjualan dengan metode B2B lebih berfokus pada pelanggan dengan cara memberikan solusi terbaik bukan hanya secara hard selling memasarkan produk atau layanan. Jadi, pemilik bisnis yang menerapkan strategi B2B harus memahami dengan baik buyer  persona, seluk-beluk produk dan layanan, serta latar belakang perusahaan yang menaungi.

Secara keseluruhan, strategi B2B mampu menarik pelanggan baru namun tetap mempertahankan konsumen yang sudah berlangganan.

Langkah Efektif B2B untuk Mencapai Penjualan Maksimal

Bisa berhasil dalam penerapan strategi B2B dalam bisnis, ada beberapa langkah efektif yang harus diperhatikan dan diterapkan. 

Langkah pertama yang harus Anda terapkan dan kenali sebaik mungkin yakni memahami siapa target prospek bisnis. Salah satu cara untuk mengetahuinya dengan cara menciptakan buyer  persona, melalui pendekatan representasi pelayan untuk mendapatkan apa kebutuhan dan karakteristik konsumen.

Melalui pendekatan buyer persona, Anda sebagai pemilik bisnis yang akan menerapkan metode B2B akan memahami secara detail semua  tentang konsumen sehingga penjualan berjalan lebih efektif.

Bagaimana Strategi Pemasaran B2B?

Lanjutnya, yang harus Anda pahami mengenai strategi pemasaran yang bisa Anda coba jika saat ini berkecimpung sebagai sales B2B. Apa saja? Berikut ini informasi lebih lanjutnya:

 1. Website perusahaan

Sebagian besar calon konsumen sebelum melakukan pembelian biasanya mereka mengecek website guna mengumpulkan informasi sebelum melakukan transaksi.

Untuk itu, penting sekali bagi semua bisnis memiliki website yang di dalamnya termuat informasi penting mengenai produk atau layanan yang ditawarkan. Selain itu, pentingnya mendesain website simple dengan user interface yang mudah dipahami jadi salah satu patokan yang harus digarisbawahi.

Pastikan pemilihan warna, icon, font, sesuai dan mudah dibaca. Pastikan website juga berjalan responsif di semua perangkat yang digunakan oleh konsumen. Sebab, website dengan loading lama berpeluang mudah ditinggalkan oleh konsumen dan menurunkan minat beli mereka.

2. Konten marketing

Strategi pemasaran B2B selanjutnya melalui konten marketing yang pada penerapannya dengan cara membagikan konten yang relevan dengan konsumen namun tetap sesuai identitas brand atau layanan yang ditawarkan.

Adapun konten marketing ini memiliki banyak tujuan, di antaranya untuk menginvasi, meningkatkan brand awareness, atau menjadi solusi yang solutif bagi permasalahan konsumen.

Konten B2B sendiri cukup beragam, Anda bisa menyajikan dalam bentuk studi kasus, ada sel, webinar, konten sosial media, review perusahaan, ataupun berupa ebook.

3. Social media marketing

Ikutnya yang sangat efektif dalam pemasaran B2B yaitu gunakan sosial media. Mengingat hampir semua konsumen memiliki platfrom sosial media di perangkat ponsel mereka. Bahkan, menurut data hampir semua pembeli menjadikan sosial media sebagai salah satu patokan untuk membuat keputusan pembelian.

Berdasarkan data dari Content Marketing Institute, beberapa daftar sosial media yang sangat cocok digunakan untuk pemasaran B2B di antaranya: LinkedIn, Twitter, YouTube, dan terakhir Instagram.

Iya, LinkedIn menempati urutan pertama sebagai platform sosial media terbaik untuk pemasaran B2B. Sebab, sosial media satu ini memang terkenal dengan jaringan profesional nya. Anda bisa terhubung dengan berbagai bisnis dan perusahaan yang sudah teruji kredibilitasnya.

4. Email marketing

Langkah pemasaran B2B selanjutnya yang tergolong sangat personal yakni melalui email marketing. Sebelum menerapkan strategi pemasaran ini, Anda harus mengetahui siapa konsumen Anda dan apa permasalahan mereka.

Melalui email marketing, Anda bisa menawarkan keuntungan memakai produk atau layanan dan solusi apa yang ditawarkan untuk membantu perkembangan perusahaan konsumen.

Menurut data sudah dirangkum dari berbagai sumber, hampir seluruh pengguna email melakukan pengecekan terhadap kotak masuk mereka. 

Sehingga, peluang email marketing yang dikirimkan begitu besar untuk dibaca apabila sesuai dengan permasalahan mereka bukan tidak mungkin akan ada langkah selanjutnya.

5. Menerapkan SEO

Langkah ini sangat erat kaitannya dengan pembuatan website yang sudah dibahas sebelumnya, teknik SEO  menjadi Komponen yang tidak terlupakan dalam teknik pemasaran.

Sebab untuk menaikkan trafik website, Anda perlu menerapkan kaidah SEO Terindex oleh mesin pencari Google. Ada beberapa pilar utama dalam kaidah SEO  yang harus diperhatikan, diantaranya:

  • Teknikal SEO atau pengoptimalan secara aspek teknis dalam sebuah situs
  • Konten meliputi riset kata kunci agar artikel yang dibuat sesuai dengan kebutuhan konsumen
  • On-page SEO  meliputi meta deskripsi, alt text imaged, judul, internal link, tautan, dan optimasi konten
  • Off-page SEO meliputi backlink, link building, dan lainnya

6. Referral marketing

Strategi pemasaran B2D selanjutnya yakni melalui reformasi yang dalam penerapannya memberi penawaran bagi perusahaan lain untuk menggunakan jasa atau produk yang digunakan oleh salah satu perusahaan lain.

Secara sederhana, bisa kita bahasakan bahwa Rin perang ini merupakan ajakan persuasif kepada perusahaan lain menggunakan pribadi. Sebab, biasanya orang lebih percaya rekomendasi dari orang terdekat yang sudah pernah menggunakan layanan atau produk tertentu.

Dalam program marketing sendiri dikenal istilah komisi atau insentif ini merupakan andalan atau balas jasa atas promosi yang dilakukan. Insentif bisa diberikan kepada referrer atau kedua belah pihak (penerima atau pemberi rekomendasi).

Insentif atau komisi bisa diberikan dalam berbagai bentuk nya uang tunai, potongan harga, poin, atau voucher.

Nah, itulah sejumlah informasi terkait strategi pemasaran B2B serta cara promosinya di berbagai sosial media. Semoga apapun strategi pemasaran yang tengah ande gerakan saat ini bisa memberikan dampak positif dan meningkatkan penjualan lebih baik lagi.