Derasnya arus informasi yang diterima setiap hari, membuat Sobat maxcloud dapat mengetahui banyak informasi penting. Tahukah Sobat maxcloud, bahwa database server merupakan salah satu komponen yang membuat setiap informasi yang ada di dalam internet bisa diakses? 

Dengan artikel kali ini, Sobat maxcloud diajak untuk mengetahui pengertian database server, fungsi dan juga cara kerjanya.  Bagi yang penasaran, yuk ikuti penjelasan selengkapnya di bawah ini. 

Pengertian Database Server 

Database server merupakan program komputer yang mempunyai tugas  untuk mengelola, mendistribusikan dan menyimpan database menggunakan model klien server. Dengan database server, lalu lintas data bisa berjalan dengan baik, kebutuhan data secara real time juga bisa didapatkan dengan mudah dan integrasi data dari berbagai sumber berbeda  juga bisa dilakukan.  

Untuk database server ini bisa diakses oleh beberapa sistem atau aplikasi di dalam waktu yang bersamaan. Di dalam database server, pada sebuah sistem yang bisa membantu melakukan pekerjaan. Bahkan, untuk sistem tersebut juga sering disebut dengan Database Management Server (DBMS). 

Fungsi Database Server 

Setelah mengetahui pengertian database server, selanjutnya akan membahas tentang fungsinya. Database server dikenal sebagai pusat pengelolaan dan penyimpanan data yang berfungsi untuk memberikan fasilitas interaksi antara aplikasi dan database. Jika dijabarkan dengan lebih rinci, ada beberapa fungsi dari database server yaitu :

1. Penyimpanan Data 

Database server bertugas untuk menyimpan sebuah data dengan cara yang terstruktur. Sehingga, bisa diakses dan dimanipulasi secara efisien. 

2. Pengelolaan Data 

Sebuah database server juga berfungsi untuk mengelola dan mengatur operasi data, seperti penambahan, penghapusan dan pembaharuan data di dalam database.  

3. Pemberian Akses 

Selain menyimpan dan mengelola, database server juga memberikan kontrol akses sebagai aplikasi atau pengguna. Sehingga, membuat data yang sama bisa digunakan secara bersama-sama dengan hak akses sesuai peran yang telah diberikan. 

4. Keamanan Data 

Database server juga akan memberikan perlindungan semua data dari akses yang tidak sah dan tidak sesuai dengan otorisasi telah diberikan. 

5. Pemulihan Data 

Database server juga akan melakukan backup secara berkala yang berfungsi sebagai antisipasi, ketika terjadi kegagalan atau kerusakan pada sebuah data yang ada. 

6. Kinerja dan Optimalisasi 

Untuk fungsi yang terakhir dari database server adalah meningkatkan kinerja dan optimalisasi di dalam penggunaan data pada sebuah database. 

Cara Kerja Database Server 

Database server menggunakan model klien server yang berarti sistem membagi menjadi dua bagian. Server bertugas  untuk mengolah database, sedangkan klien yang akan menjalankan aplikasi. Cara ini digunakan untuk mengurangi beban akses data yang dilakukan oleh klien ke server.

Database server dapat diakses oleh beberapa pengguna di dalam waktu bersamaan, karena data diambil dari satu sumber yang sama yaitu database server. Secara umum, untuk cara kerja database server adalah : 

1. Koneksi 

Pengguna atau aplikasi melakukan koneksi kepada database server dari beberapa protokol khusus seperti SQL atau protokol lainnya. Selanjutnya, kedua protokol tersebut akan digunakan oleh sistem database. 

2. Permintaan 

Pengguna atau aplikasi akan melakukan permintaan ke database server melalui Query yang telah dikirimkan. Ada berbagai query yang bisa digunakan seperti query untuk melihat data, menghapus, mengisi, atau mengupdate data. 

3. Eksekusi

Database server akan menerima permintaan dan mengeksekusi sesuai query yang telah dikirimkan. 

4. Pengambilan Data 

Apabila query tersebut adalah query pengambilan data, maka database server akan mengirimkan kembali datanya kepada pengguna atau aplikasi yang melakukan permintaan. 

5. Pembaruan Data 

Untuk query yang diinputkan adalah query pembaruan data, database server maka akan melakukan perubahan data sesuai dengan query yang akan dikirimkan. 

6. Respon

Database server akan mengirimkan hasil query kepada pengguna atau aplikasi yang meminta permintaan. Hasil query ini bisa berhasil, error data berupa data, sesuai yang diminta. 

7. Keamanan dan Manajemen 

Semua proses di atas harus dijalankan sesuai dengan hak akses yang dimiliki oleh para pengguna atau aplikasi. Sehingga, dipastikan data yang berada di dalam database server ini aman.  

Aplikasi Database Server 

Ada beberapa macam database engine yang dapat digunakan di saat membangun sistem database. Setiap database engine ini mempunyai karakteristik, fitur dan kegunaan yang berbeda-beda dalam penerapannya.  Berikut adalah contoh aplikasi database engine yang banyak digunakan : 

1. MySQL 

MySQL adalah sistem database relasional gratis yang sudah menggunakan bahasa SQL dan dikenal mempunyai kinerja baik dan kecepatan tinggi. Selain itu, MySQL ini mempunyai banyak pengguna dan komunitas. Sehingga, Sobat maxcloud bisa menemukan pengguna lain dengan mudah dan berbagi pengalaman dengan pengguna lainnya. 

2. PostgreSQL 

PostgreSQL merupakan sistem database relasional yang gratis, ringan, aman dan mudah digunakan. Untuk saat ini, PostgreSQL juga sudah mendukung beberapa bahasa pemrograman seperti C/C++, Java, NodeJS, PHP, Python, Ruby, .NET, Delphi dan Perl. 

3. Microsoft SQL Server 

Microsoft SQL Server adalah sistem database relasional yang dikembangan oleh piham Microsoft. Engine database kali ini terintegrasi dengan baik dengan jaringan maupun lingkungan Microsoft  dan tersedia di dalam versi berbayar serta versi gratis.

4. Oracle 

Oracle merupakan sistem database relasional yang super canggih. Database Oracle ini mempunyai fitur skalabilitas tinggi, mendukung teknologi terbaru seperti hybrid cloud  yang cocok untuk memenuhi kebutuhan database di dalam skala besar. 

Nah, itulah dia penjelasan secara lengkap mengenai pengertian database server dan hal penting lainnya. Semoga dengan adanya penjelasan diatas bisa membantu Sobat maxcloud, khususnya yang ingin membuat website.