Max Cloud

Apa itu Disaster Recovery? Jenis dan Manfaatknya untuk Bisnis Anda

Share This Post

Ternyata, bukan hanya alam semesta yang bisa mengalami bencana. Dalam dunia IT, bencana yang menimpa perangkat juga sangat mengatakan data-data yang ada didalamnya. Sehingga diperlukan langkah pencegahan atau pemulihan agar bisa kembali seperti semula.

Pemulihan ini disebut dengan istilah disaster recovery. Sebagai upaya penting yang dilakukan teknisi untuk menyelamatkan data serta informasi penting sebuah perusahaan atau instansi.

Sekilas Tentang Disaster Recovery

Sederhananya, disaster recovery merupakan sebuah konsep untuk mengupayakan pengamanan semua sistem, perangkat it, serta aplikasi dari bencana yang mungkin saja terjadi di masa depan.

Bencana yang dimaksudkan di sini bukan hanya gempa, longsor, atau banjir, tapi lebih ke serangan online berupa cyber, krisis ekonomi, dan bencana lainnya yang tidak bisa kita duga.

Disaster recovery menjadi konsep pencegahan pada peristiwa yang mungkin saja terjadi dan tidak bisa diprediksi.

Apabila terjadi, keamanan data perusahaan ataupun individu tidak perlu dikhawatirkan lagi karena sudah ada pencegahan sebelumnya. Maksudnya, melalui disaster recovery, Anda sudah mengamankan dan membuat sistem cadangan yang bisa diakses kembali atau dipulihkan secara cepat ketika bencana tersebut datang.

Pentingnya Disaster Recovery untuk Perusahaan

Sama halnya dengan pencegahan bencana untuk masyarakat, disaster recovery bagi dunia IT terus pada bidang usaha dan perusahaan sangat penting untuk diperhatikan. Pasalnya, dengan mengaktifkan atau melakukan pencegahan lebih dini, sistem bisa dipulihkan dan beroperasi lebih cepat.

Selain itu, masih ada beberapa alasan kenapa Disaster recovery ini sangat penting. Berikut ini poin-poinnya:

1. Meningkatkan kepuasan pelanggan

Saat pertama dari melakukan disaster recovery untuk menjaga kepuasan pelanggan. Ketika bencana datang, sistem atau usaha harus terus berjalan karena kebutuhan konsumen dan kepuasan mereka adalah hal yang utama.

Ketika perusahaan Anda masih bisa beroperasi di tengah bencana, tentu kepuasan pelanggan akan semakin meningkat dan percaya dengan usaha Anda. Keuntungan pun didapatkan oleh pemilik bisnis, karena tak perlu mengeluarkan budget lagi untuk mencari pelanggan baru.

2. Mencegah kehilangan data penting

Manfaat selanjutnya yang tak kalah Dari penerapan disaster recovery adalah pencegahan kehilangan data atau informasi penting perusahaan. Seperti yang kita ketahui, bahwa bencana yang dimaksudkan ini bukan hanya bencana alam seperti banjir, tapi serangan cyber yang sangat membahayakan.

Serangan cyber ini sangat mungkin mencuri data dan informasi penting perusahaan Anda. Untuk itu, penting sekali melakukan pencegahan dengan menerapkan konsep disaster recovery.

3. Menjaga keberlangsungan bisnis

Saat terakhir yakni menjaga keberlangsungan bisnis Anda, seperti halnya fungsi asuransi. Apabila terjadi bencana atau musibah, disaster recovery mampu memulihkan perusahaan dan data data yang ada di dalamnya lebih cepat.

Apa Saja Tugas Disaster Recovery?

Untuk memahami cara kerja disaster recovery, berikut ini penjelasan lebih lengkapnya untuk Anda:

1. Melakukan duplikasi date

Tugas pertama dari disaster recovery yakni melakukan duplikasi data perusahaan. Duplikasi ini berlangsung di beberapa tempat, tidak hanya di satu lokasi saja agar ketika terjadi kerusakan, masih ada data aman yang disimpan di tempat lainnya.

Singkatnya, data yang termasuk primary site Akan diduplikasi dan disimpan pada data center cadangan. Adapun proses penyimpanan nya bisa melalui dua cara, baik itu secara virtual atau cloud dan realitas atau memiliki tempat fisik.

Setiap pelaku usaha memiliki cara tersendiri untuk melakukan duplikasi data, dan bebas memilih bagaimana mereka menyimpan data cadangan. Ini dikembalikan lagi pada kebijakan perusahaan.

2. Mengaktifkan cadangan data center

Tugas kedua dari pencegahan disaster recovery ini dengan mengaktifkan secondary site (data center cadangan). Bencana benar benar datang, tentu saja primary site sangat berdampak bahkan bisa membuat operasional perusahaan Anda berhenti.

Mohon, ketika Anda mengaktifkan cadangan data center atau secondary site ini maka pemulihan data akan lebih cepat dilakukan dan operasional perusahaan akan terus berjalan.

3. Mengganti operasional secondary ke primary site

Setelah bencana terjadi, perusahan tentu saja ingin mengembalikan primary data. Untuk proses nya aku mah terlebih dahulu mengganti operasional secondary agar primary data ini bisa kembali digunakan.  Pastikan pula semua aktivitas pengolahan data di secondary dihentikan.

Tahapan Membuat Rencana Disaster Recovery

Setelah mengetahui cara kerja disaster recovery, berikut ini beberapa langkah yang wajib Anda pahami agar mudah membuatnya:

  • Active Directory/ domain controller
  • Databases (Oracle, MariaDB, SQL)
  • File server
  • Enterprise resource planning
  • Dan virtual desktop environment

Selain beberapa persiapan di atas, perlu juga memahami RTO dan juga RPO (Recovery Point Objective). Sebagai tujuan dari pemulihan data perusahaan yang direncanakan.

Gerhana nya, RPO ini  menjadi patokan apa saja yang perlu dipulihkan lebih dulu, atau fokus utama dari pengaktifan operasional.

Sedangkan  RTO (Recovery Time Object) berbicara tentang waktu yang ditetapkan agar gols tersebut bisa dicapai.

Jadi pemulihan ini tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui persiapan matang dengan rencana waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya. 

Proses ini sangat penting untuk diutamakan ketika ingin mengamankan data dan informasi perusahaan dari ancaman bencana atau pengrusakan sistem. Tidak ada yang bisa menebak kejadian di masa depan, untuk itu penting sekali mengambil langkah antisipasi sebagai wujud perlindungan data.

Pandam menggunakan layanan provider penyedia laut ataupun website, biasanya mereka memberikan penawaran terkait disaster recovery. Sehingga, setiap pengguna atau konsumen tidak perlu khawatir berlebih terhadap ancaman bencana yang mengancam sistem komputer dan jaringan perusahaan.

More To Explore

Bussiness

Corporate Email untuk Sistem Ticketing

Di tengah derasnya perkembangan aplikasi chat, kolaborasi instan, dan platform komunikasi modern, email sering dianggap sebagai alat lama. Namun dalam dunia bisnis, email justru tetap

Panduan

Colocation Rack dan Pengelolaan Remote Hands

Di balik aplikasi yang selalu online, website yang bisa diakses kapan saja, dan sistem bisnis yang berjalan tanpa henti, ada satu realitas yang sering luput